- 10 September 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus diikuti ribuan gempa susulan. Di tengah situasi tersebut, NU Peduli NTT tidak menghentikan ikhtiar kemanusiaan. Bantuan terus disalurkan kepada warga terdampak, sementara agenda pemulihan mulai dipersiapkan, termasuk pembersihan serta pemulihan rumah ibadah dan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 14.236 gempa bumi susulan. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil bermagnitudo 0,9.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 38 gempa tercatat memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 184 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Ketua Satgas NU Peduli NTT, Ajhar Jowe, mengatakan sentuhan kemanusiaan NU Peduli terus dilakukan di seluruh kabupaten yang terdampak gempa, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, kebutuhan lansia, kebutuhan balita, terpal, selimut, hingga pakaian layak pakai.
Menurut Ajhar, distribusi bantuan telah menjangkau empat kecamatan di Kabupaten Manggarai, empat kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, satu kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, empat kecamatan di Kabupaten Ngada, empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo, dan lima kecamatan di Kabupaten Ende.
Sementara di Kabupaten Sikka, NU Peduli lebih memfokuskan distribusi bantuan ke wilayah dengan kondisi terdampak berat, di antaranya Kecamatan Alok, Alok Timur, dan Magepanda.
“Kami akan terus distribusi kepada seluruh pengungsi jika kebutuhan masih mencukupi. Sementara laporan teman-teman Korlap sudah mencapai 100 titik lokasi distribusi,” ujar Ajhar kepada wartawan, Rabu (9/9/2026) malam.
Ia menegaskan, bantuan NU Peduli diberikan secara langsung kepada para pengungsi dan tidak melalui satgas umum maupun pemerintah.
“Memang skemanya sesuai dengan ketentuan bahwa bantuan NU Peduli menyentuh langsung para pengungsi, tidak melalui satgas umum atau pemerintah,” katanya.
Selain distribusi bantuan, NU Peduli NTT bersama Bagana dari Banser Satkornas Ansor juga akan memperkuat pelayanan kemanusiaan dengan membuka dua posko tambahan. Posko pertama adalah Posko Manggarai Raya yang akan berada di Kecamatan Sambi Rampas. Sementara posko kedua akan ditempatkan di wilayah bagian tengah, yakni Kabupaten Nagekeo.
Ajhar menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan dan distribusi bantuan tetap menjangkau warga terdampak di berbagai wilayah.
Tak berhenti pada tahap tanggap darurat, NU Peduli NTT juga mulai menyiapkan agenda pemulihan yang direncanakan berlangsung pada pertengahan September 2026.
Program pemulihan tersebut akan menyasar rumah ibadah dan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Selain itu, NU Peduli bersama relawan juga akan melakukan pembersihan sejumlah lokasi yang hingga kini masih digunakan sebagai tempat pengungsian.
“Untuk agenda pemulihan itu, kami akan melakukan pemulihan terkait dengan rumah ibadah, rumah warga yang sejauh ini pengungsinya masih di lokasi posko. Kami akan melakukan pembersihan bersama,” tutur Ajhar.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen NU Peduli untuk tidak hanya hadir pada masa tanggap darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga memasuki tahap pemulihan.
Di tengah ribuan gempa susulan yang masih terjadi, NU Peduli terus menguatkan ikhtiar kemanusiaan dengan memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan sekaligus mempersiapkan pemulihan kehidupan masyarakat Flores pascabencana.