Sabtu, 10 Oktober 2026 05:55 WIB

Semarak Hari Santri 2026, PCINU Taiwan Gaet Gen Z Lewat MTQ hingga Futsal Internasional


  • Jum'at, 09 Oktober 2026 15:42 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan menggelar beragam perlombaan untuk menyemarakkan Hari Santri 2026. Mulai dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), hafalan surat-surat pendek, baca kitab, hingga pertandingan futsal, rangkaian kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sekaligus strategi dakwah untuk mendekatkan generasi muda kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Pelaksana Kegiatan Hari Santri 2026 PCINU Taiwan, DRI Praptono, mengatakan kegiatan tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan NU kepada generasi Z (Gen Z), khususnya anak muda Indonesia yang tinggal di Taiwan.

“Kita mengadakan perayaan Hari Santri ini bukan sekadar untuk perayaan saja, tapi kita menarik Gen Z untuk mengenal NU melalui olahraga,” ujarnya kepada nahdliyin.com, Kamis (8/10/2026).

Menurut Praptono, kegiatan ini dirancang untuk merangkul pekerja migran Indonesia melalui aktivitas yang dekat dengan minat dan keseharian mereka. Beragam perlombaan menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan, memperkuat persaudaraan, sekaligus mengenalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi NU.

“Jadi kita mengadakan lomba ini bukan semata-mata untuk meramaikan saja, tapi juga untuk metode dakwah kita di sini untuk mengenal tentang Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Futsal Diserbu Pendaftar, 16 Tim Berlaga

Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah futsal. Menurut Praptono, olahraga ini dipilih karena memiliki banyak peminat, biaya penyelenggaraannya relatif terjangkau, serta lapangan dapat digunakan secara gratis.

Antusiasme peserta bahkan melampaui perkiraan panitia. Sebanyak 36 tim mendaftar untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, karena keterbatasan waktu, panitia hanya dapat mengakomodasi 16 tim.

“Antusiasnya luar biasa sampai 36 tim yang mendaftar, tetapi karena ada keterbatasan waktu jadi kami mengambil 16 tim saja,” katanya.

Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti tim asal Indonesia. Pemain dari Thailand serta mahasiswa asal Irak juga turut ambil bagian, menjadikan kegiatan olahraga tersebut sebagai ruang perjumpaan lintas negara.

Selain futsal, PCINU Taiwan membuka lomba cerita pendek dan esai bagi peserta internasional. Pesertanya berasal dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Korea Selatan, Jepang, dan Mesir.

“Jadi semua negara bisa ikut menjadi peserta, dari Indonesia, Korea Selatan juga ada, Jepang, terus dari Mesir,” ungkapnya.

Dekatkan Anak-anak dengan Al-Qur’an

PCINU Taiwan juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak diaspora Indonesia dan anak-anak Muslim setempat melalui lomba MTQ serta hafalan surat-surat pendek.

Kedua perlombaan tersebut diselenggarakan di dua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) milik NU, masing-masing di Taipei dan Taoyuan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengenalkan tradisi keagamaan NU sejak dini.

Sementara itu, lomba baca kitab dilaksanakan secara daring melalui Zoom. Adapun lomba shalawat disiarkan melalui TikTok Live, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa harus hadir secara langsung.

Pemanfaatan platform digital tersebut memperluas jangkauan kegiatan sekaligus membuka ruang partisipasi bagi warga Indonesia dan komunitas Muslim yang berada di berbagai wilayah.

Puncak Hari Santri Digelar 22 Oktober

Praptono menyampaikan, pengumuman pemenang lomba baca kitab, shalawat, dan MTQ ditargetkan pada 11 Oktober 2026. Sementara itu, pertandingan final futsal dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026.

Adapun penyerahan hadiah seluruh perlombaan akan dilaksanakan bersamaan dengan puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2026.

“Dan ternyata ini semua peserta lombanya sangat meledak pesertanya. Antusias pesertanya sangat luar biasa,” katanya.

Puncak peringatan Hari Santri PCINU Taiwan direncanakan berlangsung di Taman Museum Sun Yat-sen Memorial Hall, Taipei. Selain upacara bendera, panitia menyiapkan tujuh penampilan seni dan keagamaan untuk memeriahkan acara.

Sejumlah penampilan yang disiapkan antara lain pembacaan Asmaul Husna oleh majelis taklim, tartil Al-Qur’an, hadrah dari tim Jawa Central Taichung, penampilan Muslimat NU dan Fatayat NU, serta pertunjukan Pagar Nusa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCINU Taiwan berupaya menjadikan Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah, merawat tradisi keislaman, dan memperkenalkan NU kepada generasi muda Indonesia di perantauan.



ARTIKEL TERKAIT