Rabu, 14 Oktober 2026 05:25 WIB

Resmi Dilantik, Fatayat NU Cikalongwetan Siapkan Program Penguatan Khidmah hingga Ranting


  • Selasa, 13 Oktober 2026 20:59 WIB

NAHDLIYIN.COM, Bandung Barat – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Cikalongwetan menggelar pelantikan pengurus sekaligus Rapat Kerja Anak Ranting di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (11/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen pengurus untuk memperkuat kaderisasi dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi perempuan serta masyarakat hingga tingkat ranting.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat yang mewakili pimpinan wilayah, jajaran Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat, Mustasyar MWCNU Cikalongwetan, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Cikalongwetan, serta Koordinator Fatayat NU Cikalongwetan.

Hadir pula perwakilan Koramil dan Polsek Cikalongwetan, Ketua DPK KNPI Cikalongwetan, Ketua PAC Muslimat NU Cikalongwetan, pengurus IPNU dan IPPNU Cikalongwetan, serta para ketua dari 13 ranting Fatayat NU se-Kecamatan Cikalongwetan.

Pelantikan Bukan Sekadar Seremoni

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan ulama perempuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah Baiat Khidmah. Kita berjanji di hadapan Allah untuk melanjutkan perjuangan ulama perempuan. Citra diri Fatayat harus melekat dan menjadi kekuatan kita,” ujarnya.

Ia menitipkan tiga pesan utama kepada pengurus PAC Fatayat NU Cikalongwetan. Pertama, meluruskan niat dalam berkhidmah. Menurutnya, pengabdian di organisasi membutuhkan keikhlasan, kesediaan meluangkan waktu, serta komitmen untuk mencurahkan tenaga demi kepentingan bersama.

Kedua, mulai bergerak dari hal-hal sederhana tanpa harus menunggu organisasi menjadi besar. Pengurus dapat memulainya melalui kegiatan pengajian ranting, pendampingan jamaah majelis taklim, hingga pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

“Jangan menunggu besar dulu baru bergerak. Mulailah dari pengajian ranting, dari jamaah majelis taklim, dari dampingi perempuan di desa,” tuturnya.

Ketiga, menjaga kekompakan dan menyelesaikan persoalan organisasi melalui komunikasi internal. Ia mengingatkan bahwa soliditas merupakan modal penting agar seluruh pengurus dapat berjalan dalam satu barisan.

“Fatayat itu rumah. Kalau di rumah ada masalah, selesaikan di dalam rumah, jangan di luar. Satu komando, satu barisan,” katanya.

Ia berharap PAC Fatayat NU Cikalongwetan tumbuh menjadi organisasi yang aktif, kreatif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan di wilayahnya.

Khidmah Butuh Keikhlasan dan Istiqamah

Pesan serupa disampaikan Mustasyar MWCNU Cikalongwetan yang menekankan pentingnya keikhlasan dan keyakinan dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, tanggung jawab berkhidmah hendaknya tidak dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk mengabdi dan menebar kemanfaatan.

“Ketika kita bertambah beban, maka Allah akan tambah dayanya. Ketika kita bertambah kesibukannya, maka Allah akan tambah rezekinya. Insyaallah, berkhidmah di Nahdlatul Ulama, Allah akan cukupkan segala sesuatunya. Jadi, jangan khawatir,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi penguat bagi pengurus yang baru dilantik agar tetap ikhlas, bersemangat, dan istiqamah dalam menjalankan tanggung jawab. Khidmah, dalam semangat Nahdlatul Ulama, tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Rapat Kerja Jadi Langkah Awal Gerakan Nyata

Selain pelantikan, rapat kerja menjadi ruang bagi pengurus untuk merumuskan program yang terarah, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan anggota maupun masyarakat.

Melalui forum ini, setiap ranting diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan partisipasi kader, serta mengembangkan kegiatan yang menjawab kebutuhan perempuan di lingkungan masing-masing.

Sebagai badan otonom NU, Fatayat NU memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader perempuan muda Nahdliyin yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa.

Karena itu, penguatan organisasi dari tingkat PAC hingga ranting menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi dan memperluas jangkauan gerakan perempuan Nahdliyin.

Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, PAC Fatayat NU Cikalongwetan diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, mempererat ukhuwah, dan merealisasikan program berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Pada akhirnya, keberhasilan khidmah tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan organisasi, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran Fatayat NU membawa manfaat bagi perempuan, keluarga, masyarakat, serta bangsa.



ARTIKEL TERKAIT