Jum'at, 16 Oktober 2026 05:27 WIB

PBNU Arahkan Gerakan dari Pusat ke Akar Rumput, Perkuat Ranting hingga Anak Ranting


  • Kamis, 15 Oktober 2026 20:18 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan reorientasi gerakan organisasi dengan menggeser perhatian dari pusat ke akar rumput. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting, sekaligus memastikan kehadiran NU benar-benar dirasakan masyarakat.

Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh menjelaskan, reorientasi tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni struktural, sosial-ekonomi, dan geografis. Menurutnya, kekuatan NU tidak cukup diukur dari besarnya organisasi di tingkat pusat, tetapi juga dari aktivitas dan kontribusi nyata pengurus di tingkat bawah.

“Reorientasi gerakan kita itu apa? Dari pusat ke periferi. Periferi itu bahasa gampangnya itu pinggiran,” kata Prof. Nuh seusai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, penguatan organisasi harus menjangkau seluruh tingkatan, mulai dari PBNU, Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga ranting dan anak ranting.

“Jadi PBNU ini tidak hanya besar di PBNU-nya aja, tapi PBNU ini harus mengalir memperkuat sampai di ranting, anak ranting, PW, PC, ranting, MWC, seterusnya,” ungkapnya.

Menurut Prof. Nuh, penguatan struktur tersebut penting agar NU tidak hanya kokoh secara organisasi di tingkat pusat, tetapi juga memiliki basis gerakan yang aktif dan kuat di tengah masyarakat.

Berpihak kepada Kaum Mustadh'afiin

Reorientasi gerakan NU juga menyangkut keberpihakan sosial dan ekonomi. Prof. Nuh menekankan bahwa perhatian terhadap kelompok mustadh'afiin, masyarakat menengah, dan kaum dhuafa merupakan bagian penting dari arah perjuangan organisasi sebagaimana tercermin dalam AD/ART NU.

“Oleh karena itu harus bisa dirasakan keberadaan NU itu bagi kelompok mustadhafiin ini,” tegasnya.

Ia menilai, keberadaan NU harus menghadirkan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemberdayaan. Karena itu, penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kontribusi sosial-ekonomi bagi warga.

Selain aspek sosial-ekonomi, PBNU juga akan memperhatikan jangkauan geografis organisasi, termasuk wilayah-wilayah minoritas dan sejumlah daerah di Indonesia bagian timur.

Langkah tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelayanan NU sehingga pengabdian organisasi tidak hanya terpusat di wilayah yang selama ini memiliki basis kuat, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Ranting Menjadi Akar Kekuatan NU

Untuk menggambarkan pentingnya penguatan struktur di tingkat bawah, Prof. Nuh mengibaratkan NU sebagai pohon yang membutuhkan akar kuat agar dapat tumbuh kokoh. Akar berfungsi menyerap dan menyalurkan nutrisi bagi seluruh bagian pohon. Tanpa akar yang sehat, pohon akan mudah tumbang.

“Wong dia yang ngasih makanan kok kita lupa sama ngasih makanan,” ujarnya, menggambarkan pentingnya perhatian terhadap struktur akar rumput.

Dalam konteks organisasi, ranting dan anak ranting merupakan bagian penting yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, aktivitas dan kebutuhan pengurus di tingkat tersebut harus mendapat perhatian agar gerakan NU dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Prof. Nuh berharap pengurus ranting tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam kehidupan sosial di lingkungannya, termasuk berkontribusi sebagai ketua RT atau RW.

“Kalau ranting itu kuat kegiatannya di Kampung X itu, maka di Kampung X itu NU-nya bagus. Iya. Karena rantingnya yang jalan ya. MWC-nya juga begitu bagus kecamatan itu,” katanya.

Dengan demikian, penguatan NU tidak semata-mata bertumpu pada kebesaran struktur di tingkat pusat, melainkan juga pada kemampuan pengurus di tingkat bawah untuk hadir, bergerak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Reorientasi ini menempatkan ranting dan anak ranting sebagai bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat sekaligus memastikan khidmah NU semakin dirasakan hingga ke akar rumput.
 



ARTIKEL TERKAIT