Kamis, 29 Oktober 2026 13:52 WIB

Anas Al Hifni: Santri Berwirausaha Harus Berdiri Tegak, Berlari Cepat, dan Berdampak


  • Kamis, 29 Oktober 2026 11:31 WIB

NAHDLIYIN.COM, Jakarta –

Menjadi pengusaha tidak cukup hanya bermodal uang. Santri juga perlu memiliki pola pikir yang kuat, berani menghadapi tantangan, jeli membaca peluang, dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, H Anas Al Hifni, dalam Seminar Santripreneur di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta, Selasa (28/10/2026).

Dalam forum tersebut, Anas memperkenalkan konsep Santripreneur Rahmatan lil 'Alamin yang bertumpu pada tiga prinsip: berdiri tegak, berlari cepat, dan berdampak.

Menurutnya, berdiri tegak berarti memiliki keteguhan dalam menghadapi tantangan. Berlari cepat berarti sigap menangkap peluang, sedangkan berdampak berarti memastikan usaha yang dibangun memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Seorang santripreneur harus memiliki keteguhan dalam menghadapi tantangan, kecepatan dalam mengambil peluang, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Anas.

Masalah Bukan Akhir dari Usaha

Anas juga membagikan pengalamannya ketika menangani sebuah perusahaan garam yang hanya memiliki enam karyawan dan menghadapi persoalan fasilitas yang rusak.

Melalui restrukturisasi dan dukungan pembiayaan, perusahaan tersebut diupayakan agar kembali menjalankan kegiatan usaha.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa persoalan dalam bisnis tidak selalu menjadi jalan buntu. Dengan langkah pembenahan yang tepat, masalah justru dapat menjadi pintu untuk membangun usaha yang lebih baik.

“Masalah bukan hanya hambatan, tetapi juga bisa menjadi peluang untuk membangun usaha yang lebih baik,” tegasnya.

Bagi Anas, keberhasilan usaha juga tidak cukup diukur dari besarnya keuntungan. Bisnis perlu memiliki dampak sosial, mulai dari mendukung pendidikan, menyediakan beasiswa, hingga memfasilitasi guru untuk menunaikan ibadah umrah.

Santri Perlu Terjun Langsung ke Dunia Usaha

Anas turut mengajak kader GP Ansor dan para santri untuk memperluas pengalaman melalui program magang serta pembelajaran langsung di berbagai sektor usaha.

Bidang yang bisa dipelajari beragam, mulai dari industri garam, ritel, peternakan, pertanian, teknologi informasi, hingga manufaktur.

Menurutnya, pengalaman langsung akan membantu santri memahami proses bisnis sekaligus membangun keterampilan dan mental kewirausahaan.

Melalui konsep Santripreneur Rahmatan lil 'Alamin, ia berharap semakin banyak santri yang mampu membangun usaha secara mandiri, tangguh menghadapi tantangan, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan begitu, semangat santripreneur tidak berhenti pada keinginan menjadi pengusaha sukses. Lebih dari itu, santri juga diharapkan mampu menghadirkan usaha yang tumbuh, membuka peluang, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
 



ARTIKEL TERKAIT