- 29 Oktober 2026
NAHDLIYIN.COM, Jakarta – Pendidikan berkualitas bukan sekadar soal akreditasi dan kelengkapan administrasi. Lebih dari itu, sekolah, madrasah, dan pesantren harus mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Semangat tersebut menjadi fokus Workshop Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Junior Ballroom ADIA Suites, Ciputat, Rabu (28/10/2026).
Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan KH Abdullah Mas’ud menegaskan, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi atau memenuhi persyaratan akreditasi.
“NU tidak boleh hanya bangga memiliki tradisi pendidikan yang panjang. Kita harus membuktikan bahwa tradisi besar itu mampu melahirkan sekolah, madrasah, dan pesantren yang unggul, modern, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.
Menurut Kiai Mas’ud, kolaborasi dengan LPM UIN Jakarta menjadi bagian dari agenda transformasi pendidikan dalam Nawa Saka Khidmah PCNU Tangsel masa khidmat 2026–2031.
Kerja sama tersebut diharapkan berlanjut pada pemetaan mutu lembaga pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pendampingan tata kelola, digitalisasi pendidikan, hingga pengembangan sekolah dan madrasah percontohan.
“Keberhasilan workshop bukan diukur dari banyaknya peserta dan sertifikat yang dibagikan, tetapi dari perubahan nyata kualitas pendidikan setelah kegiatan ini berakhir,” ujarnya.
Madrasah Jangan Dianaktirikan
Selain membahas peningkatan mutu, forum tersebut juga menyoroti persoalan ketidaksetaraan perlakuan terhadap madrasah dalam kebijakan pendidikan daerah. Sejumlah peserta mempertanyakan akses madrasah terhadap dukungan program, fasilitas, dan anggaran pendidikan.
Kiai Mas’ud menilai, perbedaan kewenangan administratif antara sekolah yang berada di bawah pemerintah daerah dan madrasah di bawah Kementerian Agama tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan pendidikan anak-anak madrasah.
“Anak-anak yang belajar di madrasah adalah warga Tangerang Selatan yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Jangan sampai perbedaan kewenangan administratif justru melahirkan ketidakadilan dalam pelayanan pendidikan,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah daerah, DPRD, dan Kementerian Agama membangun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, proporsional, dan berkeadilan, termasuk membuka ruang dukungan bagi madrasah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kita tidak sedang meminta perlakuan istimewa bagi madrasah. Kita sedang memperjuangkan keadilan pendidikan. Negara harus hadir bagi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan apakah mereka belajar di sekolah umum atau madrasah,” tambahnya.
Bukan Sekadar Program, Harus Ada Perubahan
Kiai Mas’ud berharap sinergi PCNU Tangsel, UIN Jakarta, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), LP Ma’arif NU, serta para pemangku kepentingan pendidikan dapat membentuk ekosistem kolaborasi yang memperkuat kualitas sekaligus pemerataan layanan pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya mengubah orientasi lembaga pendidikan. Mutu tidak cukup diukur dari terpenuhinya standar administratif, tetapi harus tercermin dalam budaya mutu, inovasi pembelajaran, dan kualitas lulusan.
“Pendidikan bermutu tidak boleh menjadi kemewahan bagi sebagian orang. Pendidikan bermutu harus menjadi kesempatan bagi seluruh anak bangsa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, transformasi pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab besar NU dalam menyiapkan generasi masa depan. Karena itu, lembaga pendidikan NU harus terus berbenah, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
“Kita ingin bergerak dari sekadar mengelola lembaga menuju membangun keunggulan, dari kompetisi menuju kolaborasi, dan dari kegiatan seremonial menuju perubahan nyata. Sebab membangun mutu pendidikan berarti membangun masa depan manusia dan peradaban,” pungkasnya.
Workshop tersebut dihadiri Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saifuddin Jahar, Rektor UNUSIA Jakarta Fariz Alnizar, Anggota DPRD Provinsi Banten M. Aly Taufiq, Ketua LPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Khamami Zada, serta para pimpinan yayasan dan kepala satuan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Kota Tangerang Selatan.